Kunjungan ke Malang kali ini berbeda, kalau sebelumnya di tahun 2016 memang traveling atau jalan-jalan atau ngabisin duit atau foya-foya, kali ini saya ke Malang tanpa rencana untuk jalan-jalan sama sekali. Dan ini kali pertama saya ngerasa bener bener jadi seorang “turis”, ya gimana…ini pertama kalinya sampai di Malang dan tujuan pertama saya adalah ke Museum Angkut Malang, Museum? HELLO! Sejak kapan saya masuk museum, masuknya gimana? bayar berapa? duh…

Yap, saatnya berhenti pura-pura pusing, sebetulnya saya sendiri waktu itu tertarik buat ke museum, tapi memang karna belum pernah ke musem dan jarang sekali dengar yang namanya museum, saya tidak berharap banyak

Setibanya di Museum Angkut waktu itu yang kira-kira pukul 5 sore, saya rasa cukup terlambat untuk mengunjungi museum di jam segitu, tapi ya bagaimana lagi?

Dan ketika sampai…Dan tak begitu terlambat…

Reminds me that Indonesia has a very long history

Kendaraan-kendaraan tua yang seolah-olah menyambut saya waktu itu membuat saya terpukau, ya! te-pu-kau. Hal ini juga karna saya sendiri orang yang suka dengan kendaraan, kendaraan apapun itu, dari yang menurut saya paling canggih yaitu pesawat sampai yang sederhana seperti sampan.

These are made by Ford
Do these two remind you of any war movies?

Sedikit informasi tentang museum Angkut. Harga tiket yang waktu itu seingat saya sekitar Rp.70.000 dan itu harga tiket di hari biasa, saya ingat sewaktu beli tiket ada pengunjung yang bawa kamera dan dikenakan biaya lebih untuk itu. Jam operasional museum Angkut mulai dari jam 12 siang sampai 8 malam. Oh ya, tempat ini luas banget dan ada bagian-bagiannya seperti bagian mobil tua, motor tua, sepeda, mesin pesawat, dan ada juga tempat buat yang suka sama Formula One. Tapi yang paling saya sukai disini adalah Pasar Apung atau Floating Market yang sudah sangat terkenal sampai luar negeri. Pesan saya jangan sampai lupa bawa jaket yang cukup tebal ya, karna disini itu dingin banget. Oh dan satu lagi, kalian tidak perlu khawatir soal makanan karna disini cukup banyak makanan enak yang dijual, ada juga toko souvenir dan oleh-oleh. TOP!

Floating Market that actually floats
Damn, they have Niki Lauda and Michael Schumacher pictures

Dari Batu menuju ke Museum Angkut sangat mudah, hal ini karna letak Museum Angkut sangat strategis, saya sarankan jika kalian menginap di hotel atau di homestay untuk menyewa motor saja, saya rekomendasikan homestay Soimah karna tempatnya yang strategis di daerah Batu Malang dan harganya yang sangat murah, untuk sewa motor di Soimah cukup membayar Rp.50.000. Lokasi dari Soimah ke Museum Angkut sangat dekat, sekitar 5 menit perjalanan, dan baiknya lagi kita bisa lanjutkan petualangan ke Jatim Park 2 yang jaraknya juga dekat sekali dengan Museum Angkut.

Souvenir store that I didn’t enter, cause I didn’t carry cash

Jadi yang paling seru waktu itu menurut saya yaitu suasananya, karna Museum Angkut ini luas sekali dan kita tidak akan bosan berada disini selama berjam-jam, banyak yang bisa dinikmati disini, Misalnya taman-taman yang dilengkapi bangunan-bangunan yang desainnya mirip sekali dengan apa yang ada di Eropa sana.

This is The White House…Cause it’s white and it’s a house.
This is not where you get gas

Karna hari sudah malam dan ditemani udara dingin waktu itu saya jadi merasa sedang tidak di Malang.

Soekarno with his historical vehicle

Cerita di Museum Angkut Malang yang keren ini cukup sampai disini, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan beri komentar, kami akan sangat senang dan bahagia menjawabnya, sampai jumpa di artikel selanjutnya mengenai JaTim Park 2 yang isinya hewan-hewan keren